Hanya Mencintai Krishna

“Krishnaku sayang, Yasoda mengambil seutas tali untuk mengikatMu saat diriMu melakukan kesalahan, dan mataMu yang gelisah dipenuhi airmata, yang membasuh mascara. DiriMu ketakutan, walaupun kepribadian rasa takut pun takut padaMu. Pemandangan ini membingungkan aku.”—Srimad-Bhagavatam 1.8.31

Ini adalah kemewahan lain dari Krishna. Krishna memiliki enam kemewahan: seluruh kekayaan, kekuatan, kemashyuran, pengetahuan, ketampanan, dan ketidakterikatan. Sloka ini membicarakan kemewahan Krishna berupa ketampanan.

Kita mempersembahkan sujud kepada Krishna dengan rasa kagum dan hormat, tidak ada yang datang pada Krishna dengan tali: “Krishna, Kamu telah berbuat salah. Aku akan mengikat-Mu.” Itu adalah hak istimewa dari penyembah yang paling sempurna. Krishna adalah anor aniyan mahato mahiyan—lebih besar dari yang paling besar dan lebih kecil dari yang paling kecil. Itulah kemewahan.
Continue reading

Kelahiran Sri Krishna

Krishna Lila

Sri Krishna & Ibu Yasoda

Artikel ini menguraikan filsafat mengenai kemunculan Sri Krishna. Artikel ini dimuat dalam Sajjana Toshani. Sri Sajjana Toshani tidak mencantumkan nama penyusun dari artikel ini. Karena Srila Bhaktisiddhanta Sarasvati Thakur merupakan editor majalah dalam Oktober 1972, mungkin artikel ini ditulis secara langsung oleh beliau atau atas pengawasannya.

Limaribu tahun lebih telah berlalu sejak kemunculan Sri Krishna di dunia ini. Tuhan muncul di wilayah Mathura sebagai putera Vasudeva-Devaki pada peralihan zaman Dvapara dan Kali.
Continue reading

Misteri Kemunculan Sri Krishna

Krishna and Balarama

Krishna and Balarama

Untuk membahagiakan rekan-rekan kesayangan-Nya, dan bahkan untuk memikat Diri-Nya Sendiri dengan berbagai jenis kegiatan menyenangkan yang menakjubkan, Sri Krishna terwujud di Vraja.

Oleh karena rasa kasih sayang orang tua dari raja dan ratu Vraja tiada bandingannya, Sri Krishna senantiasa menganggap Diri-Nya sebagai putra mereka.

Continue reading