Anda Brahma yang Mana?

Oleh Karnamrita dasa

Kisah tentang Dewa Brahma yang pergi mengunjungi Krishna di Dvarka adalah salah satu cerita favorit saya, yang dapat mengingatkan betapa kecilnya keberadaan saya. Saya ingat cerita ini ketika saya menjadi bingung dengan adanya Karnamrita-Karnamrita lainnya. Saya menerima e-mail untuk Karnamrita dasi Sang Penyanyi, dan saya juga ditanyakan apakah saya yang menulis biografi Gaura-Kishora das Babhaji atau buku-buku lainnya. Saya juga menjadi ingat akan sahabat saya, Dr. Garuda, yang harus membedakan dirinya dengan Garuda lainnya yang aktif on-line.

Jadi, saya Karnamrita yang mana? Pertanyaan itu adalah pertanyaan besar dengan jawaban yang tampak dan yang lebih mendalam. Kita ini siapa?

Prabhupada menginisiasi tiga murid dengan nama Karnamrita das, dan saya salah satunya. Jadi saya dapat berkata bahwa saya adalah pelayan Prabhupada yang rendah (dengan satu kepala besar yang mengembang), yang diinisiasi di Los Angeles, Agustus 1970, atau dapat juga saya katakan bahwa saya adalah suami dari Archana-siddhi, penyembah terkenal yang bekerja sebagai terapis dan kontributor BTG, atau saya adalah Karnamrita yang pujari, atau saya adalah tipe penyembah yang New Age energy healer, dan lain sebagainya. Kita punya banyak sekali cara di mana kita bisa dikenali atau dibuat sebegitu rupa baik kita suka maupun tidak.

Jadi, kita ini yang mana satu? Anda das atau dasi yang mana satu—benarkah? Mari kita mengingat kembali cerita tentang Dewa Brahma ini:

Dewa Brahma disambut oleh penjaga pintu di salah satu istana Krishna, “Siapa nama Anda agar dapat saya beritahukan kepada Sri Krishna siapa yang datang untuk menemuiNya.”

“Aku adalah penyembahnya, Brahma,” jawab Dewa Brahma.

Brahma mungkin bingung kenapa penjaga pintu ini tidak dapat mengenalinya hanya dengan melihat empat kepalanya, tapi mungkin penjaga pintu ini kurang berpengalaman. Kita mengasumsikan bahwa banyak dewa lainnya yang datang untuk bertemu dengan Sri Krishna di Dvarka, jadi mungkin penjaga pintu ini ingin memastikan bahwa ia tidak melakukan kesalahan.

Setelah beberapa saat, penjaga pintu tersebut kembali dan menanyakan pertanyaan lainnya kepada Dewa Brahma yang sudah tidak sabar, “Anda Brahma yang mana satu?”

Dengan kehadiran penjaga pintu itu, Brahma berharap dapat segera dipersilahkan masuk. Oleh karena itu ketika ia kembali ditanyakan, Dewa Brahma menjadi bingung apa maksudnya. Kecerdasannya yang luar biasa dari empat kepalanya menjadi bingung. Pertanyaan macam apa ini? Sejauh yang ia tahu, dia adalah satu-satunya Brahma, jadi apakah ada Brahma yang lainnya? Brahma bukanlah orang yang pendiam, namun dalam kebingungan ini ia menjadi kehilangan kata-kata.

Akhirnya ia menjawab:
“Aku adalah Brahma yang berkepala empat, ayah dari empat Kumara.”

Setelah beberapa saat ia kemudian diantarkan ke dalam salah satu ruangan di istana yang amat mewah itu, tempat di mana Krishna Yang Agung sedang duduk dengan nyaman di singasanaNya.

Melihat Sri Krishna, Brahma menghaturkan sembah sujud dan pemujaan yang pantas kepada Sri Krishna, dan kemudian Sri Krishna menerimanya dengan kata-kata sambutan. Krishna bertanya apa tujuan dari kedatangan Brahma kali ini.

Brahma menjawab bahwa ia akan mengatakan tujuan dari kedatangannya setelah Krishna menolongnya menghilangkan kebingungannya.

Maka Brahma bertanya kepada Sri Krishna, “Mengapa Anda bertanya Brahma yang mana yang datang? Berbaik hatilah kepada hamba dan jelaskan apa tujuan dari pertanyaan itu. Apakah ada Brahma-Brahma lainnya selain hamba di jagad raya ini?”

Krishna tersenyum mendengar kata-kata Brahma tersebut dan memanggil seluruh Brahma dari berbagai alam semesta. Tak lama kemudian muncul Brahma-Brahma yang tak terkira banyaknya dengan banyak kepala yang beragam. Ada yang berkepala sepuluh, ada yang berkepala dua puluh, lima puluh, seratus, seribu, ada juga yang berkepala sepuluh ribu, seratus ribu, sepuluh juta dan bahkan seratus juta. Tak terhitung banyaknya jumlah kepala-kepala mereka.

Tak hanya itu, dari berbagai alam semesta muncul juga berbagai manifestasi Dewa Siva dengan banyak kepala yang tak terkira, dan juga berbagai Raja Indra dengan ribuan mata pada tubuhnya.

Menyaksikan kekayaan Krishna yang tak terkira seperti itu, dan merasa kerdil di hadapan manifestasi-manifestasi Brahma yang lainnya, Brahma alam semesta kita merasa seperti seekor kelinci yang berada di antara banyak gajah.

Saya suka apa yang kemudian Brahma katakan, “Ada orang-orang yang berkata, ‘Aku tahu segalanya tentang Krishna.’ Biarlah mereka berpikir seperti itu. Sejauh yang hamba ketahui, hamba tidak bermimpi dapat berkata seperti itu. Oh Tuhanku, biarlah hamba hanya dapat mengatakan seperti ini; banyaknya kekayaan-kekayaan Anda, semua itu diluar dari jangkauan pikiran, tubuh, dan kata-kata hamba.” [SB 10.14.38] Hukum pembandingan sangat penting bagi kita semua.

Berpikir tentang adanya orang-orang lain yang lebih hebat dari diri kita sendiri dapat membantu kita menyadari posisi kita yang sebenarnya, sangat kecil dan tidak berarti. Kita semua punya sedikit ‘Isha’
atau kekuatan untuk mengatur, namun jika dibandingkan dengan orang-orang lainnya yang lebih kuat di planet ini, apalah kedudukan kita? Lalu juga ada para dewa, dan yang Maha Kuasa Isvara, Tuhan Sri Krishna.

Kita tidak pernah menjadi pencipta yang sebenarnya, tapi kita harus diberikan kekuatan untuk melakukan bahkan hal yang paling mudah sekalipun, lalu bagaimana dengan pencapaian yang lebih besar? Kita mungkin tampak hebat dan lebih suci dibandingkan orang lain, dan punya pengaruh, kekuatan, bhakti, kekayaan, pendidikan, penampilan yang menarik, dan lain sebagainya, namun sebagai penyembah kita harus ingat bahwa apapun kekayaan atau kesadaran tentang Krishna yang telah dikaruniakan kepada kita, diberikan untuk melakukan pelayanan, bukan untuk tujuan bagi diri sendiri. Kita semua sedang berada di jalan untuk menyadari kenyataan ini: Kita adalah pemberi atau pelayan, bukan penerima atau tuan.

Seperti yang dikatakan dalam tradisi Kristian, ‘Kepada siapa sesuatu itu diberikan, sebanyak itulah yang diharapkan.’ Dan bagi Anda yang tinggal di Amerika, Prabhupada mengatakan kepada kita, ‘Apa gunanya menjadi orang Amerika jika kamu tidak melakukan sesuatu yang hebat.’ Kita juga dapat mengatakan hal itu kepada para penyembah. Apa gunanya menjadi seorang penyembah, jika bukan untuk melakukan sesuatu yang hebat atau menjadi hebat? Menjadi hebat maksudnya menjadi seorang penyembah murni yang dipenuhi dengan Prema, atau setidaknya membuat kemajuan yang mantap dalam Bhakti dan berbagi apa yang kita miliki semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas kita.

Penggunaan yang terbaik dari energi kita dalam hidup yaitu untuk menyanyikan Hare Krishna dan terlibat dalam pelayanan bhakti. Kita melakukan yang terbaik dan hasilnya akan muncul dengan karunia Sri Krishna.

Jadi, anda Brahma yang mana?

Catatan: Diambil dari www.dandavats.com. Didalamnya terdapat cerita yang sangat menarik tentang Dewa Brahma dan Sri Krishna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s