Mengapa Saya Harus Melindungi Sapi ?!?

Sapi - sapi di India

Sapi - sapi di India

Mendengar istilah “Perlindungan Sapi,” orang-orang biasanya memberikan satu atau dua jenis tanggapan. Beberapa orang berpikir perlindungan adalah untuk spesies yang akan punah, karena populasi sapi masih besar, alangkah lebih baik untuk lebih memfokuskan perlindungan kepada ikan paus. Sedangkan, beberapa orang lainnya berpikir ini mungkin kegiatan kaum pagan yang memuja binatang – berhala “sapi suci.”

FILOSOFI YANG SEBENARNYA DARI PERLINDUNGAN SAPI SANGATLAH SEDERHANA: Pertama-tama, semua mahkluk hidup harus dilindungi dari pembantaian dan jenis kekerasan lainnya yang dilakukan manusia. Tidak hanya sapi, tetapi semua binatang juga memiliki ROH yang sama seperti yang kita miliki. Semua anak Tuhan sangat dicintai oleh Tuhan. Dengan pemahaman seperti ini, bisa dilihat bahwa pemotongan binatang adalah suatu tindak “PEMBUNUHAN”

Bagaimanapun juga, sapi adalah ibu kita.
Filosofi Veda mengajarkan hal ini bahwa terdapat 7 ibu: 1) Ibu yang melahirkan, 2) Ibu yang mengasuh 3) Istri ayah yang tidak melahirkan kita(Ibu tiri), 4) Istri raja, 5) Istri Guru Kerohanian, 6) Bumi, dan 7) sapi karena sapi memberikan kita susu yang merawat kita sehingga bisa tumbuh dengan sehat.

Ibuharuslah dihormati, karena orang tidak membunuh dan menyantap ibunya sendiri, sapi tidaklah boleh dibunuh dan dimakan. Begitu juga, sapi jantan adalah ayah kita, karena dia bisa membajak tanah untuk menghasilkan biji-bijian yang menjadi sumber kehidupan kita. Orang yang waras tidak membunuh dan menyantap ayah dan ibunya – walaupun mereka sudah tua dan tidak produktif secara ekonomi.
5000 tahun yang lalu, Sri Krishna, Personalitas Tertinggi Tuhan Yang Maha Esa turun ke bumi untuk melindungi penyembah-Nya dan memperlihatkan kegiatan rohani-Nya. Diantara semua kegiatan salah satunya adalah kegiatan masa anak-anak beliau sebagai anak penggembala sapi. Sapi sangatlah disayangi-Nya karena sapi memberikan kasih sayang dan sifat yang lembut kepada umat manusia, karena itu untuk membalasnya Sri Krishna sangat baik kepada mereka dan melindungi mereka. Dan kita harus mengikuti contoh Sri Krishna.

Dalam prakteknya, prinsip utama dalam perlindungan sapi, mengejutkan, adalah MEMBERDAYAKAN SAPI JANTAN. Adalah suatu kesalahan ketika hanya melindungi sapi karena kegunaan utamanya sebagai penghasil susu, dan sapi tidak akan memberikan susu kecuali dia memiliki anak. Karena sebagian besar anak sapi adalah sapi jantan, mengakibatkan populasi sapi yang tidak diinginkan melimpah. Pengeluaran untuk memberi makan sapi yang tidak diinginkan ini akan merugikan para petani. Kecuali jika sapi-sapi itu diberdayakan sebagai sapi jantan dewasa, kegunaan ekonomis mereka hanyalah saat mereka dipotong dan dagingnya dijual. Sistem agrikultur modern tidak memberdayakan sapi-sapi ini secara ekonomis. Dan masyarakat umum, karena terbiasa dengan sudut pandang ini dan tidak melihat adanya solusi yang lain, akan mengangkat tangan mereka tanda setuju untuk memotong sapi itu, walaupun mereka tidak setuju terhadap tindak kekerasan. Tetapi itu hanya karena mereka tidak mengetahui semua fakta mengenai sapi jantan. Mereka tidak tahu nilai total dari sapi jantan jauh lebih besar jika sapi itu diberdayakan dari pada dipotong untuk memperoleh daging.

Sistem sekarang ini penuh dengan ironi dan sangat tidak berguna. Semua orang menyesalkan hilangnya keluarga-keluarga petani yang kecil. Tetapi kekuatan ekonomi jaman sekarang memerlukan kendali mutu – yang bergantung pada traktor yang mahal, bahan bakar fosil yang mengakibatkan pencemaran, pupuk kimia, dan modal yang besar—dan petani-petani kecil ditendang dari dunia perekonomian.

Namun, produksi daging sapi disubsidi oleh Negara-negara seperti Amerika Serikat dan India. Untuk memproduksi daging sapi diperlukan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran. Di dunia dengan populasi yang terus meningkat dan banyaknya busung lapar, untuk menghasilkan satu kalori daging( sapi, babi, atau ayam) memerlukan 11-17 kalori makanan. 78 kalori bahan bakar fosil diperlukan untuk menghasilkan 1 kalori protein dari daging sapi. Dua pertiga hutan hujan Amerika Tengah sudah dihancurkan untuk menghasilkan daging sapi.

Sistem yang lebih baik diperlukan untuk menyusun ulang komponen-komponen yang ada. Pertama, menernakkan sapi tidak hanya untuk memproduksi susu dengan anak sapi sebagai produk sampingannya, tetapi untuk menyediakan sekelompok sapi pekerja untuk setiap keluarga petani dengan susu sebagai produk sampingannya. Dengan demikian tidak akan terjadi kelebihan anak sapi atau susu yang tidak berguna. Sapi-sapi akan keluar dan makan dengan wajar—mereka tidak memerlukan pola makan khusus yang membebankan—dan secara alamiah akan menyuburkan tanah, memberikan penghematan bagi para petani dari penggunaan traktor, bahan bakar, dan pupuk kimia. Sapi jantan akan gembira memberikan tenaga mereka yang besar

This entry was posted in Sapi and tagged .