Riwayat Sri Krishna Caitanya

Sri Krishna Caitanya atau Gourangga Mahaprabhu adalah avatara yang turun khusus di jaman Kali untuk mengajarkan Sankirtan Yadnya, yaitu Yadnya Utama untuk jaman kali berupa menyanyikan nama suci Tuhan secara beramai-ramai. Artikel ini menyampaikan secara ringkas siapakah Beliau.

Sri Krishna Caitanya muncul di Mayapur, Benggala Barat, India, pada tahun 1486. Di masa muda-Nya, Beliau sangat berpendidikan dan mengalahkan banyak Pandita(Sarjana-sarjana kesusastraan Veda). Kemudian, Beliau memprakarsai gerakan pelayanan “Bhakti” di India, dengan mengatur kelompok-kelompok yang terdiri dari ribuan penyembah untuk memainkan alat-alat musik dan menyanyikan nama Sri Krishna  di jalan-jalan. Pengucapan nama suci Tuhan secara beramai-ramai ini, yang diajarkan-Nya, adalah berkat yang utama bagi umat manusia. Ini menyucikan hati kita dari hasrat-hasrat keinginan material dan memungkinkan kita untuk merasakan sepenuhnya manisnya nektar dari rasa cinta kepada Tuhan.

Untuk melanjutkan misi-Nya, Beliau menerima tahap hidup pelepasan ikatan, sannyasa (Tahapan terakhir dalam catur asrama), pada usia 24 tahun, dan berkelana keliling India yang memberikan inspirasi bagi orang-orang yang melihat-Nya untuk melakukan pelayanan Bhakti kepada Tuhan. Pada tahun-tahun terakhir kegiatan rohani-Nya di bumi ini, Beliau tinggal di Jagannatha Puri bersama dengan rekan-rekan-Nya yang dekat dan memperlihatkan batas tertinggi cinta bhakti rohani kepada Tuhan. Sri Caitanya Mahaprabhu yang dikenal juga sebagai Gourangga Mahaprabhu kembali ke dunia rohani pada umur 48 tahun, dengan cara masuk ke sebuah arca Krishna  yang dikenal dengan nama Tata-Gopinatha.

Sri Caitanya Mahaprabhu mengajarkan bahwa sang roh atau jiva adalah percikan dan bagian dari Tuhan sehingga sang roh sama dengan Tuhan dari segi kualitas, namun pada saat yang bersamaan berbeda dengan Tuhan dari segi kuantitas. Ini disebut acintya-bheda-abheda-tattva, tidak terpikirkan, sama dan berbeda pada saat yang bersamaan. Kedudukan dasar kita adalah melakukan pelayanan kepada Tuhan dengan rasa cinta, dan rasa cinta kepada Tuhan dikembangkan dengan cara mengucapkan Nama Suci Tuhan dan juga menggali rasa toleransi dan kemanusiaan. Untuk membangunkan rasa cinta kepada Tuhan, atau Krishna Prema, adalah tujuan tertinggi bagi kita dan ini akan membuat kita merasakan kebahagian yang sejati. Sri Caitanya hanya meninggalkan delapan sloka, yang disebut Shikshashtaka, yang merupakan kesimpulan dari ajaran-ajaran-Nya. Dan dalam instruksi-Nya, Beliau membimbing murid-murid-Nya untuk menulis banyak buku dengan rujukan yang sangat banyak dari kesusastraan Veda, untuk memperkuat bukti akan ajaran-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s